Kamis, 06 Desember 2018

Manekung


Manekung
Karya: Rudi Nur Biantoro

Tenang hilang kosongkan fikiran
Jernih putih, tak berkelombang
Lampaui bawah sadar 
Ulu hati berguncang meneriakkan 
Allah

Grogolan dusta tuliskan di pojok kalbu
Seonggok demi onggok ambillah
Sebutir demi butir jimpitlah
Segenggam demi genggam remaslah

Memang sebatas angan tak lebih
Namun bakarlah dengan ilAllahmu
Melakukan tanpa memikirkanya
Tak ingat apapun namun kau sadar
Mati namun kau hidup
Hidup tapi kau mati
Hanyut dalam ketenangan


Puisi yang bertajup MANEKUNG ini menggambarkan sebuah pernyataan bahwa Allah itu terasa dengan di percayai.  Ketika mereka mempercayai tuhan secara mutlak maka tidaklah kamu bertanya tanya tentang keberadaannya. 
Namun ketika mencariNya jangan ingat apapun selainNya. Jangan ingat dengan apa yang di ciptakanNya cukup dengan mempercayai bahwa ialah yang maha segalanya.  
 Jika sudah mencintainya maka ia akan mencintaimu. Ketika Allah sudah mencintaimu maka dengan jalan apapun kamu akan di tolong nya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar