Manekung
Karya: Rudi Nur Biantoro
Tenang hilang kosongkan fikiran
Jernih putih, tak berkelombang
Lampaui bawah sadar
Ulu hati berguncang meneriakkan
Allah
Grogolan dusta tuliskan di pojok kalbu
Seonggok demi onggok ambillah
Sebutir demi butir jimpitlah
Segenggam demi genggam remaslah
Memang sebatas angan tak lebih
Namun bakarlah dengan ilAllahmu
Melakukan tanpa memikirkanya
Tak ingat apapun namun kau sadar
Mati namun kau hidup
Hidup tapi kau mati
Hanyut dalam ketenangan
Puisi yang bertajup MANEKUNG ini menggambarkan sebuah pernyataan bahwa Allah itu terasa dengan di percayai. Ketika mereka mempercayai tuhan secara mutlak maka tidaklah kamu bertanya tanya tentang keberadaannya.
Namun ketika mencariNya jangan ingat apapun selainNya. Jangan ingat dengan apa yang di ciptakanNya cukup dengan mempercayai bahwa ialah yang maha segalanya.
Jika sudah mencintainya maka ia akan mencintaimu. Ketika Allah sudah mencintaimu maka dengan jalan apapun kamu akan di tolong nya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar